Sastra


“Rubrik ini akan diisi dengan karya sastra seperti puisi, cerita pendek, esay, atau ulasan tentang seni dan budaya. baik yang ditulis langsung oleh saya sendiri (creator blog ) atau berupa nukilan dengan menuliskan sumber dan penulisnya, atu link yang tersedia. terima kasih anda telah menyempatkan membaca, dan memberikan komentar,..God bless u all”.

PUISI-PUISI QAMARUDDIN AHMED,
dituliskan diatas kertas biasa sebelum ada kertas elektronik / blog , sebagai alat mengekpresikan perasaan hati, agar lebih bisa memaknai hidup, atau paling tidak sebagai jejak yang bisa dibaca oleh orang lain. syukur kalau memberikan mamfaat bagi kita semua,..selamat membaca dan memberikan interpretasi seluas-luasnya,..!!


PUISI SETIAKU
Di BELENTARA SYAIR GURINDAM
WAJAHNYA MENGUKIR MASA LALU
DIANTARA SEMAK-SEMAK
BELUKAR DAN GEMERINCING AIR
MENUTURKAN KECERIAAN
KAWAN SETIA
BUNGA MEREKAH
MELINGKARI PEPOHONAN
HIJAU DAUNNYA RINDANG
DITERPA SINAR MENTARI MENYEGARKAN
KICAUAN BURUNG
NYANYIAN PAGI MEMIKAT
BISIKAN RINDU
BERKELANA BERUNTAI
MEMEBAWA KISAH SETIA
TAWA KECIL DAN WEWANGIAN BUNGA
BERCAMPUR DALAM LONCENG
WAKTU ITU
MATAKU TERPAKU
DIATAS KETULUSAN
MERAJUT AKSARA
MENULISKAN PUISI KAWAN SETIA
SEMBARI MELOMPATI
KISAH-KISAH PETUALANGAN
DALAM RUANG HATI
DILORONG KEHAMPAAN
BELANTARA YANG DISINGGAHI
SEKIAN LAMA
LUKISAN KISAH CINTA
MENUNTUNKU MENJELMA
MENJADI BELANTARA KEMBALI
MERADANG RINDU
DIPERBATASAN WAKTU

ROMADHAN 1431 H.

KAU SEDIH YANG TERTUNDA
MALANG NIAN NASIBMU
MENUNGGU WAKTU  
MENGARUNGI AIRMATA
MENGURAI RINDU
MALANG NIAN NASIBMU
KERUTAN DI WAJAHMU
MELUKISKAN KEPILUAN
TAK SEGERA BERSUA ARJUNA
MALANG NIAN NASIBMU
DARI KEJAUHAN BERBEKAL  PUISI
MEMUPUK ASMARA SEGERA TUA
DIKETAM RANUM BUAHNYA
MALANG NIAN NASIBMU
BERLUMUT KEHARUAN YANG MEMBIRU
MENGGAPAI KEMESRAAN TAK TERHINGGA
MENUNGGU SEDIH  YANG ERTUNDA

Assalaam, 6 Agustus 2010

CHETO DIUJUNG LANGIT
BUKIT BERBARIS TERSENYUM
MENYAPAKU DARI UJUNG
PERJALANAN MENUJU LEKUKAN
LEMBAH HIJAU KEBUN TEH
MENYEJUKKAN HATIKU
DIBUAI KEDAMAIAN
CANDI CHETO DIUJUNG LANGIT
SEPANJANG PERJALANAN
SEJAK TAPAK KAKI PERTAMA
HINGGA LANGKAH TERAKHIRKU
MENDAKI TEBING
MENEBAR KEKAGUMAN
TAK KAN SIRNA
CANDI CHETO DIUJUNG LANGIT
SERGUKAN NAFASKU
TERSENGAL SAAT KAKIKU TERAYUN
MELAMPAUI SATU DEMI SATU
ANAK TANGGA DARI BIBIR
HINGGA PUSARAN LINGGA
DESAH NAFASKU TERENGAH
MENEPIS KEPAYAHAN
TURUN DARI KETINGGIAN CANDI
CHETO DIUJUNG LANGIT
ANUGERAH TIADA TARA
MENGGAPAI TUHAN
MENUKAR ASMARA

Karang anyar, 25 Sepeteber 2010

SUNYI
sunyi adalah musuh abadiku
menghunjamkan belati ditengah sorak-sorai
mengantarkan galau dipersimpangan duka dan bahagia
menepi dari hiruk pikuk
mencari makna dalam damai
diantara sejuta warna

23 januari 2012

MENUAI DUKA
banyak benih telah ditabur
diatas lahan pekuburan
tumbuh batu nisan
disiram air mata
dipupuk keharuan

assalaam 6 Agustus 2010

GURINDAM MELANKOLA
kembang setaman menguntai sedih di malam pilu
menyiramkan airmata duka
genarasi baru yang ditunggu sembilan bulan
pergi membawa aroma melankola
berkelana bersama kupu-kupa menghadap Tuhannya,
Khera nama putriku tercinta
meninggalkan jejak dipangkuan bundanya
seperti purnama yang melukiskan bayangan disaat gulita
dalam kehiningan,
gurindam melankola menyusuri anganku
memenuhi panggilan sang Pencipta
membawa berita bahagia
kelak akan meyambutku di sorga

surakarta, 2006

PUISI STENGAH HATI
SEDU SEDAN DIBENDUNGNYA
TAK BERDAYA MENGUAP
TENGGOROKANNYA PERIH
MENAHAN DAHAGA
SETETES AIR MENGALIR
MENGUSIR DERU KEPEDIHAN
SETENGAH HATI
MENGURAI PILU
MENCENGKRAM KEBEBASAN
MENGIBARKAN BENDERA
GEGAP GEMPITA KEGETIRAN
NASIB YANG SEMAKIN KELAM

ASSALAAM 30 JULI 2010

GURU DIMATAKU
GURU, SEPERTI SERING KUDENGAR
KAU PAHLAWAN TANPA TANDA JASA,
MENDENGAR DAN MENIRU,
LENTERA DITENGAH KEGELAPAN
GURU, KAU BAGIKU LEBIH DARI ITU
KAU ADALAH TAKDIRKU.

Solo, Syakira Syiefa Rabetha 2010
“{dibacakan dalam lomba puisi ASSALAAM hypermart Surakarta)”

HARAP KESAL
INGIN MENUMPAHKAN KESAL
DIATAS BEJANA HATIMU YANG SEMPIT
MENEBAR KEPILUAN TAK PERNAH USAI
SUDAH SERIBU MUSIM KAU JANJIKAN NYANYIAN
MERDU MENDAYU MEMBAWA EMBUN
DITENGAH KERONTANG TANAH BERKEBUN
HARAPAN TERBANG MENUNTUN BINTANG
MENYUSURI RUANG DALAM LONCENG
HINGGA USAI KAKIKU BERDIRI
MASIH KUTUNGGU
DITEMPAT INI SEPERTI TELAH KUTULISKAN
BANYAK WARNA DI HALAMANMU
LUAS MENAMPUNG PERDULI
KUNCUP-KUNCUP BUNGA
TUMBUH BERKEJAR-KEJARAN
MENUAI KEDIGJAYAAN PAGI
KAU ISTANAKU MELEBUR
TAKDIR MENYAMBUT BAHAGIA
DI HILIR SUNGAI TEMPO NANTI
MASIH KUTUNGGU DITEMPAT INI
SAMPAI KU BERDIRI
BERSORAK-SORAI MEMELUKKMU
DAN BERPESTA SELEBRASI
TANDA TAK ADA LAGI JARAK
MENYEBARKAN GULITA
ANTARA KAU DAN AKU
DI SEPANJANG PERJALANAN
MENGURAI PILU.

SOLO,AGUSTUS 13 2010/ 2 ROMDHAN 1431

GENERASI CENTANG PERENANG
Wahai kekasih hatiku,Telah kulewatkan cerita duka bersamamu, Sepanjang waktu,Kulewatkan cinta dan pengabdianku,Menempati ruang dari sudut hatimu, terdalam,Dan mengebu-gebu,Wahai idaman zamanku,Kualirkan cinta murniku, Kedalam relung hatimu, Agar kau tampak tersenyum Dalam sedih dan duka lara,Kubisikkan kata termanis Menghembus daun telingamu, Hingga kau tak beranjak pergi Terlena, Sampai bunga merekah Dan buah meranum dari pohon-pohon Hatimu,
Wahai generasiku,Tak pernah putus benang harapan Dijulurkan mengejar angin Membawa pergi keistana Kebahagiaan, Kali ini kau bak calon penganten yang dipingit, Bulan purnama mengintipmu Dicelah-celah tangisnya Berderai, Seakan tak rela kau dipersunting zaman Membawamu pergi mengembara Lepas dari akar tunggangmu, Menindih jalan berliku menuju Duniamu yang lebih lebar dan leluasa, Sampai detik ini Ketika kutuliskan puisi ini,Tak mampu ku gambarkan Betapa berat membiarkanmu pergi Dengan senjata Tanpa amunisi, Ditengah ganasnya perang global Melawan penistaan Harga diri ,Pengkerdilan rasa kemanusiaan Menghadapi kebuasan hidonesme Melawan keangkuhanmu Sendiri, Agama menjadi bualan bagi sebagian, Hukum Tuhan dijadikan kedok Merauk keuntungan,Sumpah serapah Menjadi hiasan tak terelakkan Dalam keseharian, Dusta dan kebohongan adalah biasa-biasa saja Na’udzubillahi,
Wahai cerianya kali ini, Ku berbangga kepadamu Menatap sekilas ragamu Kokoh dan tegap Anggun dan mempesona Dalam senyum manismu Tersimpan harapan besar Menghapuskan kegalauan Ditengah sumir duniamu, Dunia yang centang perenang Menakar kesedihan dimana-mana Tentang narkoba, Sex bebas, Kekerasan Dan setumpuk stigma Memiriskan hati, Membuat bulu kuduku berdiri,Wahai bangganya kami kali ini Dalam batas waktu perjalanan Dipersimpangan masa Kau berkumpul disini Menikmati, Hari,Bulan, Tahun, Melewati berbagai musim, Bersama para pahlawan Tanpa pernah gentar Menghadapi bara api Masa remajamu yang membakar, Tak bergeming melewati Gemuruh teriakanmu Merasa kesal, Demi sebuah harapan Generasi masa depan Tangguh melawan pemakzulan Agama kemanusiaan dan keadilan.
Wahai kekasih hatiku, Ketika kegalauan perasaannku Menuliskan puisi ini, Dari titik nol Dalam ruang kosong Dihatimu,Telah kami isi Huruf, Kata, Kalimat, Deretan angka-angka, mutiara pengetahuan Tak ternilai, Mengurai sebuah kesadaran Membuatmu berbeda Dari generasi centang perentang Menari ditengah penderitaan, Kebebasan, Dan duka lara, Kau mutiaraku Terangkat lewat keringat Jerih payah Tanpa pamrih, Kau gagah perkasa,Tegap dan lantang suarmu Membahana Membelah dunia, Hitam dan putih Kentara baik dan buruknya Kau adalah hakimnya, Kelak ketika kerinduanTak terbalas dengan perjumpaan Ketika yang kuajarkan telah kaulupakan, Kuminta satu Lihat kami dengan mata bathinmu Terasah dengan kelembutan dan ketulusan, Enyahkan kesombongan Membuatmu buta mata Buta hati, Seakan kau bukan generasi kami, Telah dipatrikan pengetahuan Dalam darah dan dagingmu Hingga kau tak bisa mengatakan aku Tanpa kami, Kau darah dagingku Akan beranjak pergi Menyusuri perjalanan Memenuhi harapan Wujudkan mimpi Bersamamu kami lebih berarti

Tawang Mangu, April 2009

BERBEKAL RINDU
BERBARING DALAM ANGANNYA
MENGITARI BINTANG-BINTANG
MERAJUT CINTA MENAGIH KESEJATIAN
BERTANYA NASIBNYA KEPADA
TUHAN DIPERSIMPANGAN JALAN
TERKUBUR IA DALAM KESETIAAN

ASSALAAM, AGUSTUS 201`0

Recent Posts

CIRI-CIRI ORANG YANG MUDAH MERAIH KEPERCAYAAN


GMABAR WAJAHJakarta, Masalah kepercayaan memang tak mudah ditumbuhkan. Biasanya butuh waktu dan interaksi sekian lama untuk bisa menyerahkan kepercayaan kepada orang lain. Walau demikian, sebuah penelitian menemukan bahwa orang dengan fitur wajah tertentu lebih cenderung mudah dipercaya. Continue reading

  1. REDAKAN STRESS DALAM WAKTU 10 MENIT Leave a reply
  2. 7 CARA KURANGI STRESS DALAM WAKTU 5 MENIT Leave a reply
  3. Leave a reply
  4. 4 Aktivitas Bikin Otak Tetap Tokcer Leave a reply
  5. Leave a reply
  6. Kiat Mengasah Percaya Diri Anak Leave a reply
  7. Empati Perlu Dilatih Sejak Dini Leave a reply
  8. Cara Menjaga Kesehatan Otak Kita 1 Reply
  9. 7 Cara Ajarkan Nilai Tanggung Jawab pada Anak Leave a reply