KEPUASAN VERSUS KEBAHAGIAAN


Terdapat dua hal yang melatar belakangi seseorang bertindak dan berprilaku. Pertama adalah prilaku yang bermotif mencapai kepuasan. Kedua adalah prilaku yang bermotif mencapai kebahagiaan. kedua hal tersebut telah merekayasa manusia untuk berprilaku seperti malaekat, atau berprilaku seperti binatang.

Faktanya kedua hal tersebut diatas sangat samar untuk bisa didiskripsikan secara kongkrit dalam seebuah bentuk prilaku. dikarenakan kedua hal tersebut adalah wilayah hati dan perasaan, dimana hanya orang yang terlibat langsung dengan prilku itu saja yang akan merasakannya.

Tuhan menciptakan tubuh manusia lengkap dengan seperangkat akal dan perasaannya/ nafsunya. unsur inlah yang menjadikan manusia berada diantara eksistensi malaekat dan hewan, yang berarti kemampuan yang dimiliki oleh malaekat dan hewan bisa juga dimilki oleh manusia sekaligus. Seperti kemampuan malaekat untuk melakukan ibadah dengan khusuk kepada Tuhan, atau sikap buas dan tak kenal prikemanusiaan yang dimilki hewan.

Kepuasan dan kebahagiaan adalah dua motif prilaku yang mewakili dua karakter sekaligus, yaitu karakter hewan dan karakter malaekat. dua unsur ini diberikan kepada manusia dengan bersama-sama sebagai sebuah nikmat dan karunia agar manusia senantiasa bersyukur. Kepuasan adalah motif pemenuhan perasaan/nafsu yang menitikberatkan kepada kebutuhan biologis semata. Sedangkan kebahagiaan lebih kepada pencapaian cita-cita yang tulus, tanpa pamberih, dan bermotif dorongan hati dan nurani yang berlandaskan kepada nilai-niai ketuhanan.

Perbedaan keduanya terletak pada motif, peroses dan hasil akhir serta durasi waktu yang digunakan. kepuasaan bermotif memenuhi kebutuhan biologis semata, perosesnya bisa segera dilakukan, dan hasilnya pun bisa segera dinikmati setelah itu. dengan durasi waktu menikmati yang tidak panjang,sesuai dengan kebutuhan dan ketahanan bilogis masing-masing, seperti halnya orang lapar, akan menacari makanan, memakannya, kenyang dan dalam waktu tertentu, sesuai dengan ketahanan biologis masing-masing, akan lapar kembali dan akan makan kembali. Inilah gamabran kepuasan yang harus dipenuhi oleh manusia.

Sedangkan kebahagiaan adalah sebuah orientasi yang sangat jauh kedepan, dilakuakan dengan motivasi yang tulus , peroses yag benar, penuh dengan kesabaran dalam menghadapi hambatan yang terjadi slema peroses dolakukan, dipenuhi dengan nilai-nilai spiritualitas yang tinggi, tanpa mengeluh. Hasilnya tidak bisa dipastikan bisa dinikmati setelah peroses dilakukan, bahkan boleh jadi mendapatkannya pun setelah beberapa lama kemudian, atau bahkan bukan dirinya sendiri yang menikmatinya, tapi keturunannya, atau orang lain.

Dalam kehidupan, manakah yang harus kita usahakan terlebih dahulu kepuasan atau kebahagaiaan, atau sebaliknya?. Pertanyaan ini tidak bisa dijawab dengan mendahulukan diantara keduanya, karena kedua unsur tersebut adalah dua unsur yang telah merekayasa manusia untuk berprilaku dalam memenuhi unsur-unsur kemanusiaan yang terdiri dari potensi malaekat dan potensi hewaan sekaligus. Yang terbaik adalah menyeimbagkan kebutuhan itu, sehingga tidak terjerembab kedalam ekesistensi hewan karena hanya memenuhi kebutuhan biologis semata. Atau masuk dalam eksistensi malaekat karena hanya memenuhi kebutuhannya untuk mengabdi kepada tuhan yang mampu mendatangkan kebhagiaan abadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s