PROFESIONALISME, SPIRITUALITAS DAN KARAKTER


“Profesionalisme saja tanpa spiritualitas tidaklah cukup melahirkan guru yang berkarakter”, ungkapan ini disampaikan oleh Profesor Dr. M. Furqan, dalam diklat yang dilaksanakan di lembaga PPMI Assalaam.
Ungkapan ini menarik untuk dipahami lebih jauh, sebagai sebuah evaluasi terhadap pemahaman profesionalisme dan segala aspeknya, yang selama ini ada, dan selalu menjadi jargon kesuksesan bekerja, dalam semua bentuk profesi, termasuk juga profesi guru.

Profesionalisme, spiritualitas dan karakter, menjadi menarik untuk kita kaji karena beberapa hal sebagai berikut; 1. ungkapan ini disampaikan oleh salah satu pakar pendidikan yang sudah tidak diragukan lagi kredibelitasnya, dan sangat berkompeten . 2. ada ideom spiritualitas yang ditempelkan dengan kata profesionalisme, dan ini jarang didengar termasuk bagi profesi guru. 3. sebenarnya faktanya sudah dilakukan oleh sebagian profesi termasuk guru, tetapi belum menjdi konsep dasar yang dipandang efektif merubah prilaku. 4. spirituliatas dan semua hal yang bersinggungan dengan agama oleh sebagian orang masih dianggap menghambat profesionalisme. 5. memberikan wacana baru bagi para profesional, terlebih bagi profesi garu dalam mencapai tujuan yang efektif. 6. menjadi inspirasi bagi para guru khususnya, bahwa tugas mendidik tidak saja menganadalkan prasyarat profesi, untuk mencapai tujuan. tetapi juga nilai-nilai spiritualitas menjadi penting untuk ditanamkan bagi dirinya sendiri, orang lain maupun murid yang diajarnya.

Berbicara profesionalisme dalam pemahaman umum selalu mengacu kepada pemenuhan unsur-unsur yang dibutuhkan dalam bidang pekejaan, berkaitan dengan latar belakang pendidikan, konpetensi, tangung jawab, dan skill tertentu sesuai dengan kebutuhan khusus, dengan mendapat imbalan yang sesuai.

Profesinalisme dalam pemahaman diatas memang tidak keliru, tetapi pemahaman diatas bagi seorang pendidik/guru, belum memenuhi unsur tanggung jawab lebih jauh, yaitu tangung jawab kepadaTuhan.

Profesi pendidik/guru adalah profesi yang sangat terhormat, mulya dan membutuhkan dedekasi serta perjuangan yang tinggi, dimana melibatkan segenap kemampuan, pikiran, perasaan dan pisik untuk melaksanakan tugas pendidikan. oleh karenanya menjadi guru efektif, berkarater, punya karisma ilmiah yang tidak diragukan, jujur, bijak, harus terus selalu diupayakan.

Penggabungan unsur-unsur porofesinalsime dan nilai-nilai spiritualitas bagi seorang guru adalah mutlak. Karena guru yang efektif adalah guru yang mempunyai prasyarat profesi yang memang dibutuhkan sesuai tuntutan bidang kerja dan profesi. Tetapi harus pula ditambahkan di dalamnya nilai-nilai kebaikan, seperti kejujuran, kesabaran, motivijasi yang kuat, menghormati orang lain, khusuk dalam menjalankan kewajiban agamanya, dan semua nilai-nilai spiritualitas. Sehingga terdapat keseimbagan cara pandang terhadap obyek pekerjaan. Keseimbagan itu adalah berupa orientasi hasil yang harus dikejar dalam jangka pendek, berupa upah, dan orentasi jangka panjang, berupa hasil karya prilaku baik, yang disebut akhlakul karimah yang akan dilakukan oleh murid-muridnya kelak dikemudian hari.

Guru yang efektif dan berkarakter tidaklah bisa diwujudkan dengan hanya memenuhi prasyarat profesionalisme semata, dimana tuntutan tanggang jawab yang ditekankan lebih kepada kewajiaban memenuhi pekerjaan pada umumnya, dengan aturan bekerja yang sudah ditetapkan. Tidak perduli apakah cara, orientasi bekerjanya sudah efektif atau tidak. yang penting baginya mendapatkan upah maksimal.

Orientasi dan motivasi bekerja seperti diatas, kurang tepat bila diterapakan oleh guru, karena guru tidak hanya dituntut bekerja, tetapi guru juga punya tanggung jawab mendidik. tanggung jawab yang lebih berat dari sekedar bekerja. Oleh karena itu perlu tanggung jawab lebih baik terhadap pekerjaan, prilaku pendidikan, dengan menyeimbangkan profesionalisme dengan spiritualitas sebagai dasar melakuakan aktifitas pendidikan.

Hal tersebut diatas hanya bisa dilakukan oleh guru yang efektif dan berkarakter, yaitu guru yang memenuhi standar profesi dan memahami nilai-nilai-spritualitas dengan baik serta menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s